Info Banjarbaru Terkini: Lapas Kelas IIB Koordinasi Pendidikan Kesetaraan Dengan Dinas, 4 Februari

Lapas Banjarbaru Perkuat Pendidikan Kesetaraan Untuk Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru pada Rabu (4/2) untuk memperkuat program pendidikan kesetaraan dan nonformal bagi Warga Binaan.

Rombongan Lapas Banjarbaru dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Rifaldi Shandri Akbar, dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, beserta jajaran.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memastikan Warga Binaan mendapat akses pendidikan melalui sinkronisasi program.


Fakta Inti Berita

Lapas Kelas IIB Banjarbaru menggelar koordinasi resmi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru pada Rabu (4/2) sebagai bagian dari penguatan program pendidikan kesetaraan dan nonformal.

Dalam pertemuan, pembahasan meliputi sinkronisasi pendidikan nonformal serta pelaksanaan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Warga Binaan Lapas Banjarbaru.

Dukungan teknis dan kelembagaan dibahas melalui bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat serta Sanggar Kegiatan Belajar yang disebutkan dalam pertemuan.

Pertemuan tersebut secara eksplisit dimaknai sebagai sinergi antarinstansi untuk memenuhi hak pendidikan Warga Binaan sesuai arahan pusat.


Apa Terjadi

Pada Rabu (4/2), delegasi dari Lapas Banjarbaru yang dipimpin Rifaldi Shandri Akbar bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid.

Agenda utama adalah menyinkronkan pelaksanaan pendidikan kesetaraan Paket A–C dan mengidentifikasi dukungan dari dinas melalui unit seperti Sanggar Kegiatan Belajar.

Pembahasan juga mencakup tindak lanjut kebijakan pusat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait penguatan pembinaan dan pendidikan bagi Warga Binaan.


Dampak Bagi Warga

Jika sinkronisasi berjalan sesuai pembahasan, Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjarbaru berpeluang mendapat akses lebih terarah untuk menyelesaikan Paket A, Paket B, atau Paket C.

Dukungan dari bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat serta Sanggar Kegiatan Belajar dapat memperkuat lembaga pembelajaran nonformal di lingkungan Lapas Banjarbaru.

Komitmen Abdul Basid mewakili Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk memberi dukungan agar Warga Binaan memperoleh bekal pendidikan.


Apa Yang Bisa Dilakukan

Lapas Kelas IIB Banjarbaru dapat menyusun rencana operasi pendidikan yang merujuk pada hasil koordinasi Rabu (4/2) bersama Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru perlu mengalokasikan dukungan teknis dan kelembagaan melalui bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat serta Sanggar Kegiatan Belajar.

  • Koordinasikan kurikulum Paket A–C antara Lapas dan Sanggar Kegiatan Belajar secara berkala.
  • Tetapkan jadwal jelas untuk proses pembelajaran nonformal di Lapas Banjarbaru.
  • Monitor pelaksanaan sebagai tindak lanjut kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

FAQ Singkat

  1. Apa yang dibahas dalam pertemuan di Banjarbaru?
    Pertemuan pada Rabu (4/2) membahas sinkronisasi program pendidikan nonformal dan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjarbaru.

  2. Siapa perwakilan dari Lapas Banjarbaru?
    Rombongan Lapas Banjarbaru dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Rifaldi Shandri Akbar, yang hadir dalam pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.

  3. Siapa yang menerima rombongan dari Dinas Pendidikan?
    Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menerima rombongan Lapas Banjarbaru dan menyatakan komitmen dukungan untuk program pendidikan di Lapas.

  4. Unit apa dari dinas yang disebutkan memberikan dukungan?
    Dukungan teknis dan kelembagaan dibahas melalui bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat serta Sanggar Kegiatan Belajar, sesuai catatan pertemuan.

  5. Bagaimana pertemuan ini terkait kebijakan pusat?
    Koordinasi ini merupakan tindak lanjut kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menekankan penguatan pembinaan dan pendidikan bagi Warga Binaan.

Disclaimer Penulis

“Tulisan ini disusun dari sumber yang disebutkan dan pemahaman penulis. Sebagian isi berupa sudut pandang subjektif penulis. Untuk keputusan penting, rujuk informasi resmi.”
Sumber penulisan ini adalah laporan dari Lapas Banjarbaru yang dipublikasikan di situs Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Sumber: https://www.ditjenpas.go.id/lapas-banjarbaru-perkuat-koordinasi-pendidikan-warga-binaan-dengan-dinas-pendidikan-kota-banjarbaru

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *