Bekasi Perlu Dorongan Literasi: IPLM Hanya 56 Persen
Minat baca di Kota Bekasi tercatat masih rendah; Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) hanya 56 persen, jauh di bawah standar Jawa Barat yang 72,6 persen, menurut Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
Kepala Bidang Pembudayaan Kegemaran Membaca, Yeyen Apriyanti, menyampaikan data ini saat ditemui di Gramedia Summarecon Mall Bekasi pada Jumat (6/2/2026).
Selain IPLM, Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (ITKM) Kota Bekasi tercatat 72 persen, masih di bawah target ideal 80 persen yang diharapkan.
Fakta Inti Berita
IPLM Kota Bekasi 56 persen mencerminkan kondisi literasi di lingkungan rumah dan sekolah, kata Yeyen Apriyanti dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
ITKM Bekasi 72 persen masuk kategori cukup, namun masih belum mencapai standar baik 80 persen yang ditetapkan.
Gramedia merespons dengan penyediaan sekitar 8.000 judul di toko Summarecon Bekasi, sementara jaringan Gramedia secara nasional tercatat 148 toko yang disebutkan oleh Direktur Operasional Heri Darmawan.
Program Dinas mencakup pendirian perpustakaan mini dan pojok baca di tingkat kecamatan serta kelurahan, serta dorongan untuk bazar buku rutin di mal-mal.
Apa Yang Terjadi
Data resmi disampaikan saat pertemuan di Gramedia Summarecon Mall Bekasi, Jumat (6/2/2026), tempat Yeyen menjelaskan capaian literasi Kota Bekasi.
Yeyen menegaskan bahwa angka IPLM 56 persen meliputi aspek literasi di rumah dan sekolah, menunjukkan problem menyeluruh bukan sekadar di sekolah.
Direktur Operasional Gramedia, Heri Darmawan, menambahkan bahwa jumlah toko buku saat ini belum sebanding dengan jumlah penduduk, meski Gramedia memiliki 148 toko dan menyediakan 8.000 judul di Summarecon Bekasi.
Kenapa Ini Penting
IPLM 56 persen dan ITKM 72 persen berimplikasi pada kualitas pembelajaran dan akses informasi warga Bekasi, terutama anak-anak di rumah dan sekolah.
Kegemaran membaca yang rendah mempersempit kesempatan literasi kritis, padahal Dinas sudah membangun perpustakaan mini dan pojok baca di kecamatan dan kelurahan untuk menjawab masalah ini.
Peralihan ke bacaan digital lewat gawai juga menjadi perhatian; Yeyen menekankan pentingnya membiasakan anak membaca buku konvensional untuk menjaga kesehatan mata dan fokus.
Dampak Bagi Bekasi
Rendahnya IPLM dibandingkan standar Jawa Barat 72,6 persen berisiko menahan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bekasi.
ITKM 72 persen yang masih di bawah target ideal 80 persen menunjukkan program literasi perlu percepatan agar capaian membaik dalam jangka menengah.
Jika ekosistem literasi tidak diperkuat—mulai dari Dinas Pendidikan hingga komunitas—kesenjangan akses bacaan di Bekasi bisa terus berlangsung meski ada toko seperti Gramedia dengan 8.000 judul.
Upaya Dan Solusi
Dinas Arsip dan Perpustakaan mendorong bazar buku rutin di mal, kerja sama dengan komunitas, dan keberadaan pojok baca di kelurahan sebagai langkah konkret.
Gramedia menawarkan pemesanan daring bila judul tidak tersedia di toko, mendukung akses buku bagi warga Bekasi yang mencari koleksi spesifik.
Kolaborasi antar instansi—Dinas Pendidikan, komunitas perpustakaan, dan sektor swasta—ditekankan oleh Heri sebagai syarat tumbuhnya minat baca secara luas.
Apa Yang Bisa Dilakukan
Kunjungi pojok baca atau perpustakaan mini di kecamatan/kelurahan setempat untuk menambah frekuensi membaca; Dinas sudah menyiapkan fasilitas ini.
Ikut bazar buku di mal-mal yang didorong Dinas untuk mendapatkan buku terjangkau dan beragam; pantau jadwal bazar di Gramedia Summarecon Bekasi.
Manfaatkan layanan pemesanan daring Gramedia jika buku yang Anda cari tidak tersedia di toko dengan koleksi 8.000 judul.
Ajak anak membaca buku konvensional secara rutin untuk menjaga fokus dan kesehatan mata dibandingkan hanya membaca di gawai.
FAQ Singkat
Apa Itu IPLM?
IPLM adalah Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat; dalam sumber ini disebutkan IPLM Kota Bekasi 56 persen menurut Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.Berapa ITKM Bekasi Saat Ini?
Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (ITKM) Kota Bekasi tercatat 72 persen, masih di bawah target ideal 80 persen.Apa Peran Gramedia Dalam Kasus Ini?
Gramedia menyatakan dukungan lewat jaringan 148 toko dan menyediakan sekitar 8.000 judul di Gramedia Summarecon Bekasi.Bagaimana Pandangan Mengenai Bacaan Digital?
Yeyen menyebut membaca lewat gawai sah-sah saja, tetapi mendorong kebiasaan membaca buku konvensional demi kesehatan mata dan fokus anak.Apa Langkah Pemerintah Lokal?
Dinas sudah menyediakan perpustakaan mini dan pojok baca di kecamatan serta mendorong bazar buku dan kerja sama komunitas.
Disclaimer Penulis
Tulisan ini disusun dari sumber yang disebutkan dan pemahaman penulis.
Sebagian isi berupa sudut pandang subjektif penulis.
Untuk keputusan penting, rujuk informasi resmi.


